Jumat, 01 Januari 2010

Senin, 12 Oktober 2009

komentar tentang "research" di institusi pendidikan

ikutan ngasih komentar tentang research.
mumpung lagi pada ngomongin research...
hehehe :-p

mulai dari definisi.

definisi research bisa dilihat di sini, sini, sini, dan sini

jadi, berdasarkan definisi diatas, "research" mempunyai ciri:
- mencari sesuatu yang baru
- mempunyai metoda penelitian
- terbuka terhadap peer apraisal
- mempunyai research problem, research questions, dan hypothesis
- mempunyai asumsi ilmiah
jadi kalo ngak ada ciri diatas, itu bukan research.

sehingga, kalo kamu:
- buat gambar rumah dengan autocad
- mengolah data statistik dengan software tertentu
- buat XYZ dengan REVIT
- buat server web dengan solaris+nginx+php+mysql
- dll yang seperti ini,
mereka adalah bukan research dalam academic point of view.
hal yang diatas lebih tepat jika dikatakan sebagai project.
dan program undergraduate emang lebih diarahkan untuk membuat project, yaitu menjadi mahir mengaplikasikan knowledge yang dipelajari.

tentu saja, diluar sana banyak orang yang mendefinisikan research dengan bahasa mereka masing2.
liat aja: marketing, iklan, serta orang2 lain yang mengklaim mereka melakukan research.
tetapi sebagai akademisi, kita perlu tau mana yang akademik/formal, mana yang bukan.

ITT kan pengen jadi menjadi pusat research toh? kata siapa yah? hehehe...

so comment saya, ITT itu:

- kegiatannya bukan fokus ngajar doang, tapi perlu ada research (yang akademik). sudah saatnya bangga dengan research yang banyak, bukan student yang banyak.

- dosen punya spesialisasi research. punya research interest. dulu waktu jadi student, ada dosen yang biasanya ngajar ekonomi, tau2 ngajar network management, SNMP + MIB. hasilnya, hanya cuap2 dangkal.

- jika emang mau jadi research center, ngak boleh alergi dengan bahasa inggris.
ketika jadi asisten di ITT dulu, saya pernah coba ngajar dengan bahasa inggris.
hasilnya, dikomplain student karena pada alergi semua. "susah mas, pake bahasa inggris", "ada buku yang bahasa indo ngak mas?" gila!!
gimana mau maju? english kan bahasa internasional, pengetahuan banyak ditulis dalam english. kalo mo kerja ke luar negri kudu bisa english toh? kalo enggak, ya jadi seperti TKI itulah nasibnya. (ini pengalaman pribadi menjadi expat di negri orang)

- kudu suka baca. karena research emang harus banyak baca. baca buku dan journal. kenapa journal? karena pengetahuan terbaru bukan ada di buku, tapi di journal. akan lebih baik jika ITT berlangganan journal ilmiah yang dapat diakses online oleh tiap mahasiswa.
jadi kita ngak perlu keluar duit pribadi untuk akses ke journal. kita cukup login dengan student ID + password aja. contoh:

- project boleh, tapi kalo pengen menjadi research center, ya buatlah research yang beneran, yang akademik. bukan buat project trus diklaim sebagai research.

- dosennya ngasih contoh telah melakukan research, dan dipublikasikan (misal di IEEE). biar go national & international.
sebaiknya sih tiap dosen punya homepage sendiri sebagai portfolio. isinya CV, teaching, dan tentu saja research. bukan cuman blog yang bercerita liburan sang dosen. contoh: ini, ini

- tidak semua research perlu lab. terrgantung dari researchnya.

- perlu ada publikasi tentang research. contoh:

- untuk lab, perlu ada website yang ngasih tau:
- lab tersebut buat apa. visi misi mah ngak usah ditonjolkanlah, ngak ngefek.
- activities dari jaman dulu sampe sekarang. tampilkan juga project yang udah dikerjakan disini.
- personel aktif & alumni. bisa ditambahkan aktivitas, CV, dan prestasi personel/alumni ini
- achievement/prestasi dari Lab/personal
- ada homepage untuk personel. gunanya untuk teaching, atau informasi lainnya.

- supaya tidak dikatakan cuma jago kandang, dosen/student/lab perlu ikutan event nasional/internasional. mis: buat jurnal intl, ikutan lomba intl, dll. bukan cuman jadi peserta seminar yang duduk manis...

- perlu dibuat adanya proteksi untuk hasil research.
gunanya supaya tidak diklaim oleh orang lain dan berguna untuk devisa negara. caranya dengan mendaftarkan paten atau memberlakukan restriksi export untuk itu. contoh:
di aussie, kamu dilarang membawa fruits, plants, animals & animal's products, latest innovations masuk/keluar australia.
karena mereka sangat melindungi produk bioteknologinya. dan ujung2nya emang duit/devisa.
di indo, orang udah capek2 buat research pangan di indo, tapi bibitnya (hewan/animals) dengan mudah dibawa keluar. hasilnya diekspor lagi ke indo. gila...
contoh yang heboh adalah sapi bali. ini hewan asli indo, dan salah satu yang terbaik di dunia. baca
tapi kenapa justru luar negri yang banyak mengembangkan sapi ini? termasuk malaysia? lihat disini, dan sini

tulisan ini bukan bermaksud merendahkan siapapun. sekedar refleksi tentang apa yang dilakukan selama ini.


salam dari seberang,

Achmad Mardiansyah
PG student, UNSW
http://r41nbuw.blogspot.com

Selasa, 15 September 2009

is she married?

once upon a time in a hospital in sydney...

saya dateng sendirian untuk register istri saya untuk melahirkan disana.
setelah ditanya macem2 tentang biodata.
sang receptionist nanya: "is she married?"
saya pun bengong beberapa lama & menjawab: "yes, of course!! i'm her husband!"
trus dia reply, "well, some people don't". sambil nerusin ngetik dengan cuek.
saya langsung sadar...
ini sydney pak.... bukan bandung...

hihihihi :-p

Selasa, 08 September 2009

upgrade linux kernel tanpa reboot. bisa yah? bisa!!

buat yang sering nanganin server, pasti udah tahu beberapa update/patch memerlukan reboot supaya dapat running.
terutama patch/update yang berkaitan dengan kernel.

khusus untuk ubuntu, perintah "aptitude safe-upgrade" akan mendownload kemudian menginstall patch/update dari repo.
setelah selesai instalasi, jika patch tersebut meminta reboot, maka akan muncul notifikasi untuk admin untuk me-reboot mesin.

beberapa alasan untuk tidak reboot:
- uptime adalah penting
- untuk server yang diakses 24 jam penuh (mis: google) maka akan susah nyari slot waktu untuk reboot.
- reboot bisa menyebabkan opportunity loss: harusnya dapet uang, tapi karena reboot ngak jadi deh. (mis: SMS server)
- uptime yang tinggi akan menambah kepercayaan customer untuk menggunakan layanan anda.
- untuk server yang punya banyak service & loadnya tinggi, proses reboot bisa memakan waktu sampai 20 menit!

yang jadi pertanyaan:
gimana caranya update kernel tanpa reboot?
pake ksplice

apa itu ksplice?
nama software yang memungkinkan upgrade kernel tanpa reboot.
lihat: http://www.ksplice.com

apakah semua distro linux didukung?

teorinya sih bisa. tapi belum semua di dukung.

cara kerjanya gimana?
kalo dari yang aku baca, mirip dengan project x86 fast reboot.
lihat:
http://r41nbuw.blogspot.com/2009/09/opensolaris-x86-fast-reboot.html
me-skip beberapa tahap booting, kemudian load kernel baru.

yang menarik dari ksplice?
waktu rebootnya sangat singkat sekali. kurang dari 1 detik!!
makanya tidak ada perubahan dalam uptimenya.

Q: cara install ksplice?
1. request key
http://ksplice.com/uptrack/key
catat baik2 key ini

2. buat file
vi /etc/apt/sources.list.d/ksplice.list
deb http://www.ksplice.com/apt jaunty ksplice
deb-src http://www.ksplice.com/apt jaunty ksplice

3. ambil security fingerprint, dan tambahkan ke database
wget -N https://www.ksplice.com/apt/ksplice-archive.asc
apt-key add ksplice-archive.asc

4. install paket ksplice
aptitude install ksplice

5. update catalog package
aptitude update

6. install uptrack & uptrack manager (gui)
aptitude install uptrack
masukan key yang udah didapat.
aptitude install uptrack-manager

selesai

untuk maintenancenya?
uptrack-install --> install update
uptrack-remove --> remove update
uptrack-upgrade --> update kernel
uptrack-manager --> menampilkan GUI
uptrack-show --> menampilkan patch yang udah di install

cara agar patch diinstall automatic?
vi /etc/uptrack/uptrack.conf
autoinstall = yes

reference:
http://www.ksplice.com


semoga berguna

regards,

achmad mardiansyah

Kamis, 03 September 2009

Setting DNS client di opensolaris

saya dapat pertanyaan:
kenapa setelah install osol kok ngak bisa ngenet?
ngak bisa resolve DNS juga, padahal /etc/resolv.conf udah bener.


hmmm...
berarti kamu blom ngerti proses resolve DNS di UNIX system.

1. OS pertama kali akan melihat /etc/nsswitch.conf
nsswitch.conf berfungsi untuk menentukan tahap2 resolving object.
contoh object yang di resolve: passwd, hostname, networks, etc.
untuk resolve hostname pastikan di "/etc/nsswitch.conf" ada tulisan:
hosts: files dns
artinya:
- OS akan meresolve sebuah nama host dengan melihat file dalam hal ini /etc/hosts
- jika /etc/hosts tidak ditemukan, maka query DNS server. lihat step 2 dibawah.

2. OS akan melakukan query ke DNS server yang terdaftar di /etc/resolv.conf
pastikan di /etc/resolv.conf ada tulisan:
nameserver 208.67.222.222
nameserver 208.67.220.220
artinya:
- daftar DNS server

3. cek service "dns/client" running.
di solaris, daemon "dns/client" berfungsi untuk mengurusi step 1 diatas.
jika ada perubahan di /etc/nsswitch.conf, khususnya pada baris host, restart daemon ini.
check daemon:
svcs -a | grep dns
online 14:17:45 svc:/network/dns/client:default
restart daemon:
svcadm restart dns/client

regards,

Rabu, 02 September 2009

Setting IP address di opensolaris / solaris

Q: mas, cara setting ip address di opensolaris gimana yah?

A. menggunakan nwam (network auto magic)

1. edit file
vi /etc/nwam/llp
e1000g0 static 192.168.1.17
iprb0 dhcp
artinya:
interface e1000g0 menggunakan ip static
interface iprb0 menggunakan dhcp

2. jika ada perubahan pada file diatas, restart nwam
svcadm restart nwam

pendapat pribadi:
nwam banyak bug. kalo running server, matikan nwam.

B. konfigurasi tanpa nwam:
matikan service nwam:
svcadm disable network/physical:nwam

1. kamu harus tahu nama interface yang ada di mesin solaris kamu. caranya?
dladm show-link

2. buat file yang extentionnya adalah nama interface.
file tersebut berisi ip addres yang akan di pakai oleh interface tersebut.
vi /etc/hostname.e1000g0
192.168.1.17 netmask 255.255.255.0
artinya:
interface e1000g0 memakai ip address static seperti diatas

3. jika ngak mau repot nulis netmask, buat file:
vi /etc/netmasks
192.168.2.0 255.255.255.0
192.168.4.0 255.255.255.0
artinya:
interface akan memakai netmask yang telah didefinisikan di /etc/netmask.

4. jika interface tersebut ingin memakai dhcp, maka cukup dengan membuat file
/etc/dhcp.. mis:
touch /etc/dhcp.iprb0

5.jika terjadi perubahan pada konfigurasi interface, restart daemon yang mengurus hal tersebut:
svcadm restart network/physical:default

semoga membantu.

Achmad Mardiansyah

Selasa, 01 September 2009

Setting Default gateway/router di opensolaris?

Q: tanya dunk mas, cara setting Default gateway di opensolaris?

caranya:
1. kamu bisa buat script sendiri yang berisi perintah untuk membuat default routing.
2. jika ingin otomatis bisa dengan:
vi /etc/defaultrouter
192.168.1.1
artinya setting default route ke 192.168.1.1. ip address yang ada di sini sering disebut juga gateway.

Q: cara ngecek default routing?
netstat -rn

jika mesin lagi running, dan saya ubah /etc/defaultrouter.
Q: gimana caranya supaya default routenya berubah tanpa restart mesin?

solaris punya daemon yang tugasnya membuat default route berdasarkan /etc/defaultrouter.
klo kamu rubah /etc/defaultrouter, restart daemonnya:
svcadm restart network/routing-setup

mudah2an jelas yah...

regards,

achmad mardiansyah