tulisan ini diangkat dari pengalaman penulis ketika jadi engineer di salah satuvendor telco.
penulis dah biasa dengan linux, jadi ketika itu di tugasin untuk matiin mesin.
dengan sangat PD nya, penulis mematikan mesin dengan gaya LINUX. hehehe :-p
HASILNYA:
di damprat oleh engineer senior!!
hahaha...
Q: gimana cara mematikan Solaris OS yang benar?
A: cara yang recommended adalah dengen perintah: shutdown -i5 -g0 -y
arti:
-i5 --> init 5 (init 5 disolaris artinya mesin dimatikan)
-g0 --> grace period = 0 detik (waktu menunggu sebelum perintah dieksekusi, biar bisa sempet nge-save)
-y --> yes (jika tanpa opsi ini, anda akan ditanya lagi apa beneran mau shutdown?, dengan -y anda otomatis akan menjawab yes)
solaris beda dengan linux.
di solaris, shutdown berbeda dengan poweroff.
berikut ini detilnya:
/usr/sbin/shutdown Command
ini adalah command cara teraman dan direkomendasikan oleh sun microsystem.
- shutdown command akan mengirim message ke semua user bahwa mesin akan dimatikan.
- shutdown command akan memberikan grace period sebelum perintah shutdown di eksekusi. gunanya agar user bersiap2 untuk shutdown.
contoh: shutdown -i5 -g0 -y
/sbin/init Command
command ini akan mengubah runlevel. runlevel maksudnya mode ketika OS dijalankan.
contoh: init 5 --> ini akan membuat mesin yang pindah ke runlevel 5. runlevel 5 artinya sampai poweroff.
telinit Command
command ini sama aja dengan init. cuman link aja.
/usr/sbin/halt Command
ini cara stop yang kasar, bisa berakibat fatal pada aplikasi.
mesin akan di stop tiba2, kill script TIDAK dijalankan, dan tidak ada warning ke user.
/usr/sbin/reboot Command
reboot digunakan pada mode single-user, dimana tidak ada aplikasi yang dijalankan.
setelah perintah reboot dieksekusi, disk akan di sync. mesin akan dimatikan, kemudian dihidupkan lagi secara otomatis sampai mode multi-user.
/usr/sbin/poweroff Command
mirip dengan halt dan reboot, poweroff akan men-sync harddisk dan setelah itu men-shutdown system. bedanya, jika hardware mendukung. perintah ini akan mematikan power juga.
sehingga kipas PSU, CPU, dll akan mati
perintah reboot, poweroff,dan halt akan langsung menghentikan CPU, dan men-sync harddisk. perintah ini tidak direkomendasikan karena tidak menjalankan Kill script untuk mematikan aplikasi, serta tidak melakukan unmount filesystem yang tersisa.
perintah ini dapat membuat aplikasi menjadi rusak.
perintah ini dieksekusi hanya pada saat emergency, dan pada saat TIDAK ADA SERVICE yang running.
perintah init dan shutdown adalah cara yang paling reliable untuk mematikan mesin. karena command ini akan mematikan aplikasi terlebih dahulu dengan cara menjalankan Kill scripts. men-sync harddisk, and mematikan mesin. sehinga meminimalkan data loss...
so, mulai sekarang, hati2 kalo mau shutdown mesin.
OK? ;-)
Senin, 15 Desember 2008
Sabtu, 13 Desember 2008
Solaris Basic Administration: install/uninstall software/patches
dear all,
forum ini, aslinya bernama Solaris Basic Administration: Package & patch administration.
namun dengan alasan newbie friendly, namanya diganti:
Solaris Basic Administration: install/uninstall software/patches
forum ini khusus membicarakan package management & patch management.
maksudnya: gimana caranya kita meng-install/meng-uninstall software/patch di solaris.
sama seperti windows, solaris juga punya banyak software yang perlu diinstall.
namun tata cara instalasinya beda:
1. dari sisi format software:
di windows: software diinstall berbentuk file executable. biasanya dengan extention .exe, .msi
di solaris: software diinstall berbentuk bukan file executable. biasanya dengen extention: .pkg
2. dari sisi eksekusi:
di windows: kita klik file executable tersebut, kemudian ikuti instruksi.
di solaris: - kita perlu ngetik command untuk install package tersebut: pkgadd
- kita bisa pakai GUI: admintool, progreg, installer (jika pake DVD solaris)
3. dari sisi struktur direktori & registrasi.
di windows: tiap file dari software yang akan diinstall (file binary/executable, library, config file, dll) akan di masukkan ke directory khusus untuk software tersebut (biasanya di C:\Program Files\). sebagian ada yang dicopy ke directory c:\windows. dalam proses instalasi juga terdapat script yang dieksekusi. Setelah itu installer akan menulis sesuatu diregistry windows.
di solaris: solaris OS mempunyai struktur directory untuk setiap tipe file. sehinga file dari software baru tersebut disebar ke beberapa directory. directory /etc sebagai tempat naruh file konfigurasi. /usr/bin atau /usr/sbin untuk naruh file binary. /usr/lib atau /lib untuk naruh library. /var untuk naruh log. di dalam file package solaris, ada pre install script (dieksekusi sebelum file dari package dicopy ke OS) dan post install script (dieksekusi setelah file dari package dicopy ke OS). script ini berguna untuk membuat instalasi package lancar. setelah itu installer solaris akan memberitahu OS file dan menyinpan di database software tentang semua file yang telah dicopy ke OS.
berlaku untuk windows & solaris:
hati2 jika menginstall software bajakan / software dari situs tidak resmi.
karena bisa jadi program tersebut disusupi malware, Solaris kamu bisa rusak langsung saat instalasi. dibilangnya software untuk DNS ternyata bukan.
kalo mo lebih aman ya beli softwarenya, hehehe...
4. jika ingin uninstall
- di windows: masuk ke control panel, add/remove programs, trus pilih software yang mau di uninstall
- di solaris: - pake command: pkgrm
- bisa pake GUI: admintool, progreg
saran, jika ingin install software di solaris tanpa package management, dengan cara: compile software sendiri
sebaiknya saat compile tidak menggunakan opsi --prefix=/. karena hasil compile-an anda akan masuk di directory induk OS. jika anda tidak mengetahui file apa saja yang dibuat setelah process compile serta letak file tersebut, maka akan menyulitkan proses un-install. anda meng-unsinstallnya dengen mendelete file tersebut satu demi satu: anda harus tau filenya serta lokasinya bukan?
saran: untuk compile sendiri silahkan pakai opsi: --prefix=/usr/local/.
dengen opsi ini, file yang telah dicompile, akan dicopy ke directory: /usr/local/. sehingga kalo mau un-install tinggal delete aja itu folder.
5. tentang dependency
yang install software di OS, pasti ada yang namanya dependency. yaitu ketergantungan terhadap software lain. maksudnya software lain tersebut harus sudah ada di OS sebelum software kita diinstall.
- di windows: biasanya udah disediain oleh installer tersebut. kalo ngak, installer biasanya minta download dari internet.
- di solaris: - jika pake comand line (pkgadd), andalah yang akan mengurusi dependency software, bukan pkgadd nya. jadi perlu punya knowledge tentang software tersebut.
- jika pake GUI: udah diurusin oleh GUInya
FYI, mirip dengen linux, di solaris terdapat beberapa organisasi yang ngurusin package management. mereka menyediakan tool untuk mengurus dependency serta porting software.
sebagai contoh: http://www.blastwave.org
organisasi ini bertujuan untuk memporting software supaya bisa digunakan di solaris.
hasil kerja mereka bisa dilihat di: http://www.blastwave.org/packages.php
biasanya organisasi ini semacam ini menyediakan sendiri librarynya.
contoh: jika kamu compile mysql di solaris, maka mysql tersebut akan memakai library yang bawaan solaris. jika kamu install dari blastwave, library yang menunjang mysql tersebut juga akan download dari blastware repository. hal ini berguna untuk menjaga stabilitas paket bawaan blastwave.
sekian dulu...
Regards,
achmad m
forum ini, aslinya bernama Solaris Basic Administration: Package & patch administration.
namun dengan alasan newbie friendly, namanya diganti:
Solaris Basic Administration: install/uninstall software/patches
forum ini khusus membicarakan package management & patch management.
maksudnya: gimana caranya kita meng-install/meng-uninstall software/patch di solaris.
sama seperti windows, solaris juga punya banyak software yang perlu diinstall.
namun tata cara instalasinya beda:
1. dari sisi format software:
di windows: software diinstall berbentuk file executable. biasanya dengan extention .exe, .msi
di solaris: software diinstall berbentuk bukan file executable. biasanya dengen extention: .pkg
2. dari sisi eksekusi:
di windows: kita klik file executable tersebut, kemudian ikuti instruksi.
di solaris: - kita perlu ngetik command untuk install package tersebut: pkgadd
- kita bisa pakai GUI: admintool, progreg, installer (jika pake DVD solaris)
3. dari sisi struktur direktori & registrasi.
di windows: tiap file dari software yang akan diinstall (file binary/executable, library, config file, dll) akan di masukkan ke directory khusus untuk software tersebut (biasanya di C:\Program Files\). sebagian ada yang dicopy ke directory c:\windows. dalam proses instalasi juga terdapat script yang dieksekusi. Setelah itu installer akan menulis sesuatu diregistry windows.
di solaris: solaris OS mempunyai struktur directory untuk setiap tipe file. sehinga file dari software baru tersebut disebar ke beberapa directory. directory /etc sebagai tempat naruh file konfigurasi. /usr/bin atau /usr/sbin untuk naruh file binary. /usr/lib atau /lib untuk naruh library. /var untuk naruh log. di dalam file package solaris, ada pre install script (dieksekusi sebelum file dari package dicopy ke OS) dan post install script (dieksekusi setelah file dari package dicopy ke OS). script ini berguna untuk membuat instalasi package lancar. setelah itu installer solaris akan memberitahu OS file dan menyinpan di database software tentang semua file yang telah dicopy ke OS.
berlaku untuk windows & solaris:
hati2 jika menginstall software bajakan / software dari situs tidak resmi.
karena bisa jadi program tersebut disusupi malware, Solaris kamu bisa rusak langsung saat instalasi. dibilangnya software untuk DNS ternyata bukan.
kalo mo lebih aman ya beli softwarenya, hehehe...
4. jika ingin uninstall
- di windows: masuk ke control panel, add/remove programs, trus pilih software yang mau di uninstall
- di solaris: - pake command: pkgrm
- bisa pake GUI: admintool, progreg
saran, jika ingin install software di solaris tanpa package management, dengan cara: compile software sendiri
sebaiknya saat compile tidak menggunakan opsi --prefix=/. karena hasil compile-an anda akan masuk di directory induk OS. jika anda tidak mengetahui file apa saja yang dibuat setelah process compile serta letak file tersebut, maka akan menyulitkan proses un-install. anda meng-unsinstallnya dengen mendelete file tersebut satu demi satu: anda harus tau filenya serta lokasinya bukan?
saran: untuk compile sendiri silahkan pakai opsi: --prefix=/usr/local/.
dengen opsi ini, file yang telah dicompile, akan dicopy ke directory: /usr/local/. sehingga kalo mau un-install tinggal delete aja itu folder.
5. tentang dependency
yang install software di OS, pasti ada yang namanya dependency. yaitu ketergantungan terhadap software lain. maksudnya software lain tersebut harus sudah ada di OS sebelum software kita diinstall.
- di windows: biasanya udah disediain oleh installer tersebut. kalo ngak, installer biasanya minta download dari internet.
- di solaris: - jika pake comand line (pkgadd), andalah yang akan mengurusi dependency software, bukan pkgadd nya. jadi perlu punya knowledge tentang software tersebut.
- jika pake GUI: udah diurusin oleh GUInya
FYI, mirip dengen linux, di solaris terdapat beberapa organisasi yang ngurusin package management. mereka menyediakan tool untuk mengurus dependency serta porting software.
sebagai contoh: http://www.blastwave.org
organisasi ini bertujuan untuk memporting software supaya bisa digunakan di solaris.
hasil kerja mereka bisa dilihat di: http://www.blastwave.org/packages.php
biasanya organisasi ini semacam ini menyediakan sendiri librarynya.
contoh: jika kamu compile mysql di solaris, maka mysql tersebut akan memakai library yang bawaan solaris. jika kamu install dari blastwave, library yang menunjang mysql tersebut juga akan download dari blastware repository. hal ini berguna untuk menjaga stabilitas paket bawaan blastwave.
sekian dulu...
Regards,
achmad m
Selasa, 02 Desember 2008
tentang binary compatibility, tukang porting
Q: package under linux bisa dijalanin di solaris nggak?? Kayak BSD kan da linux compabilitynya. Kalo opensolaris ada ga'mas??
kalo kamu tanya: apakah bisa? jawabnya: tentu bisa. ini pertanyaan general soalnya. hehehe
tapi kalo tenya lebih detil: bagaimana? dan apa saja yang bisa?
kalo ini jawabnya rada susah, karena gak semuanya bisa. feature ini rada maksa dan cocok2an
hehehe :-p
ini berlaku di semua OS loh: unix, linux, windows, mac, dll
so, saran saya jangan terlalu percaya sama feature ini deh.
mending pake native binarynya, ato recompile source codenya.
kalo mo coba2 c terserah. softwarenya bisa pake: wine (linux), lxrun (solaris).
jika perusahaan memang concern dengen stabilitas, pada males pake feature ini.
ini adalah feature dari merketing/hobbyist supaya banyak orang yang pake OSnya.
biasa..., namanya juga marketing. dan ini bukan hal yang jelek kok.
logikanya gini,
inti dari OS kan kernel, trus aplikasi yang dibuat diatasnya akan berbasiskan kernel tersebut kan?
karena aplikasi tersebut akan selalu berhubungan dengen kernel, supaya bisa mengakses hardware toh?
kernel HP-UX, AIX, SCO, SOLARIS, LINUX, WINDOWS, MAC kan beda. maka aplikasi nya bakal ngak kompatibel satu sama lainnya. jelas kan?
contoh: kamu buat program dengen bahasa C di LINUX. trus kamu compile source code kamu itu, dan selanjutnya akan menghasilkan file binary toh? file binary tersebut akan mulus berjalan di linux karena memang udah dicompile untuk berjalan disono. logis toh?
kalo file binary linux tersebut di run di OS lain dan mandek, ya jelas aja bisa mandek dong, karena kernelnya jelas beda. meskipun OS lain tersebut dibuat dengen bahasa C juga.
apanya sih yang buat beda?:
- cara mengakses harddisk
- menampilkan character di display
- system calls
- management memory
- cara mengakses CPU
- serta sejuta alasan lainnya yang membuat kernel beda. hehehe...
mungkin kalo di ibaratkan, seperti menerapkan "Free Sex" di Indonesia dan di Eropa.
yaa.. kalo di indo bakal susah penerapannya, bakalan banyak demo. hehehe...
basically adalah karena kernel orang indo beda dengan eropa.
Basicnya udah beda banget, kalo pun bisa diterapkan, namanya maksa.
maka dari itu, ada yang namanya porting aplikasi. sebuah aplikasi akan coba di recompile untuk berjalan di system lain. Kerjaan porting ini juga bukan kerjaan mudah loh. source code yang di tulis dengen bahasa C, ketika sukses di compile di linux, belum tentu juga sukses di compile di solaris.
makanya si tukang porting perlu ngutak-ngatik source code juga biar bisa di compile.
kalo ngak mau report porting, ya nulis programnya jangan pake bahasa C, tapi pake JAVA.
dijamin kompatible di semua platform. hehehe
tertarik jadi tukang porting? :-p
kalo kamu tanya: apakah bisa? jawabnya: tentu bisa. ini pertanyaan general soalnya. hehehe
tapi kalo tenya lebih detil: bagaimana? dan apa saja yang bisa?
kalo ini jawabnya rada susah, karena gak semuanya bisa. feature ini rada maksa dan cocok2an
hehehe :-p
ini berlaku di semua OS loh: unix, linux, windows, mac, dll
so, saran saya jangan terlalu percaya sama feature ini deh.
mending pake native binarynya, ato recompile source codenya.
kalo mo coba2 c terserah. softwarenya bisa pake: wine (linux), lxrun (solaris).
jika perusahaan memang concern dengen stabilitas, pada males pake feature ini.
ini adalah feature dari merketing/hobbyist supaya banyak orang yang pake OSnya.
biasa..., namanya juga marketing. dan ini bukan hal yang jelek kok.
logikanya gini,
inti dari OS kan kernel, trus aplikasi yang dibuat diatasnya akan berbasiskan kernel tersebut kan?
karena aplikasi tersebut akan selalu berhubungan dengen kernel, supaya bisa mengakses hardware toh?
kernel HP-UX, AIX, SCO, SOLARIS, LINUX, WINDOWS, MAC kan beda. maka aplikasi nya bakal ngak kompatibel satu sama lainnya. jelas kan?
contoh: kamu buat program dengen bahasa C di LINUX. trus kamu compile source code kamu itu, dan selanjutnya akan menghasilkan file binary toh? file binary tersebut akan mulus berjalan di linux karena memang udah dicompile untuk berjalan disono. logis toh?
kalo file binary linux tersebut di run di OS lain dan mandek, ya jelas aja bisa mandek dong, karena kernelnya jelas beda. meskipun OS lain tersebut dibuat dengen bahasa C juga.
apanya sih yang buat beda?:
- cara mengakses harddisk
- menampilkan character di display
- system calls
- management memory
- cara mengakses CPU
- serta sejuta alasan lainnya yang membuat kernel beda. hehehe...
mungkin kalo di ibaratkan, seperti menerapkan "Free Sex" di Indonesia dan di Eropa.
yaa.. kalo di indo bakal susah penerapannya, bakalan banyak demo. hehehe...
basically adalah karena kernel orang indo beda dengan eropa.
Basicnya udah beda banget, kalo pun bisa diterapkan, namanya maksa.
maka dari itu, ada yang namanya porting aplikasi. sebuah aplikasi akan coba di recompile untuk berjalan di system lain. Kerjaan porting ini juga bukan kerjaan mudah loh. source code yang di tulis dengen bahasa C, ketika sukses di compile di linux, belum tentu juga sukses di compile di solaris.
makanya si tukang porting perlu ngutak-ngatik source code juga biar bisa di compile.
kalo ngak mau report porting, ya nulis programnya jangan pake bahasa C, tapi pake JAVA.
dijamin kompatible di semua platform. hehehe
tertarik jadi tukang porting? :-p
Minggu, 23 November 2008
tanya tentang virtualization dunk...
Q: apa itu virtualisasi?
A: dalam dunia komputer, virtualisasi adalah teknik untuk membuat abstraksi (bisa dikatakan emulasi) resources komputer.
resources dapat berupa: satu set hardware komputer (mainboard + harddisk + dll), satu set OS, bisa juga aplikasi aja.
contoh konkritnya adalah: OS dalam OS, aplikasi dalam aplikasi.
contoh softwarenya: VMware, Xen, KVM, virtual-box, Solaris Zones.
Q: teknik virtualisasinya gimana?
A: untuk membuat system baru, ada 2 cara yang utama:
* Full virtualization & Hardware-assisted virtualization
* Paravirtualization
Q: maksudnya full virtualization?
A: artinya, software virtualization akan membuat sebuah system virtual mulai dari level terbawah, level hardware.
jadi, nantinya akan ada: harddisk, CPU, RAM, DVD, NIC, monitor, keyboard, floppy, USB controller, motherboard chipset, graphic card, serta soundcard. sama seperti waktu kamu beli komputer lengkap toh?
disadvantages:
karena bener2 membuat dari bawah, maka performansi OS induk (disebut juga: host OS) rada turun.
advantages:
karena mulai dari level hardware, kita bisa install macem2 OS di atasnya. cuman ingat, tiap OS punya HCL (hardware compatibility list)
contoh software full virtualization: vmware, virtual box, virtual PC.
Q: di vmware/virtual box, kalo kita mo buat mesin virtual baru, kok ada pilihan OS nya?
padahal tadi katanya itu full virtualization?
A: tidak ada yang salah mereka adalah full virtualization. pilihan OS itu adalah memberikan kombinasi hardware yang sesuai dengen OS tersebut.
sehingga kalo dijalankan, bisa optimal.
Q: maksudnya Hardware-assisted virtualization?
A:
full virtualization kan overheadnya banyak tu, nah supaya performansi host OS ngak terlalu down,
dibantu dengan hardware. biasanya sih dari CPU.
untuk processor intel namanya INTEL-VT untuk amd namanya AMD-V
kliatannya untuk processor yang keluar belakangan, udah include feature ini.
kalo processor kamu punya feature ini, ngak perlu khawatir tentang performancenya overhead.
ngejalanin guest OS (OS virtual) serasa ngejalanin OS biasa.
Q: maksudnya Paravirtualization?
A: ini artinya virtualization di level kernel OS.
jadi ngak bikin emulasi hardware, mulainya dari kernel.
kernel itu kan modal awal dan utama untuk nge-nyalain OS toh?
nah, kernel ini di modifikasi sehingga bisa bikin instance kernel lagi agar dapat dipake oleh OS yang baru.
advantages:
cepat, overheadnya sangat sedikit sekali. iyalah, kan ngak perlu emulasi hardware.
cocok untuk orang2 yang latihan OS, bisa login as root, ngak perlu di omeli admin.
cocok untuk security & cocok untuk production server. kalo di hack, host OSnya masih aman.
tinggal bikin OS baru lagi toh? ngak sampe 5 menit dah jadi.
disadvantages:
karena mulainya dari kernel, tentu saja guest OS nya sama dengen host OS.
kan ngak mungkin kernel unix, trus diatasnya ditanam windows.
contoh softwre: linux XEN, linux KVM, solaris zones
Q: loh trus kalo ngejalanin aplikasi windows di atas linux gimana?
A: itu namanya emulator, bukan virtualization.
softwarenya: wine, crossover, dll
Q: satu lagi, dalam pembahasan virtualisasi, saya sering dengar hipervisor. mereka itu apa ya?
A: hypervisor secara singkat adalah softwarenya. software untuk membuat guest OS.
contohnya: ya vmware, virtual box itu.
kalo di host kamu ngak punya software diatas, mana bisa buat OS dalam OS?
Q: hypervisor ada beberapa macam?
A: ada dua type:
- tipe 1, disebut juga native / baremetal
- tipe 2, disebut juga hosted hypervisor.
Q: maksudnya native hypervisor?
A: kalo yang ini, hypervisornya diinstal seperti OS. bentuknya kayak distro linux/windows gitu, dibooting langsung dari CD. tapi ingat, yang diinstall adalah OS khusus untuk virtualisasi. bukan OS semacam linux/windows/solaris. ukurannya kecil banget. lama instalasi juga ngak nyampe 5 menit. cepet banget. untuk meremote hypersivor ini, ada juga software khususnya.
advantages: karena merupakan OS khusus untuk virtualisasi, maka OS virtual yang dibuat diatasnya mempunya performance yang lebih baik.
cocok sekali untuk production server, karena komputer bener2 didedikasikan untuk virtualization.
contoh software: Sun's Logical Domain, vmware ESX, Oracle VM, microsoft Hyper-V, parallel servers
Q: maksudnya hosted hypervisor?
A: kalo ini, hypervisornya di install seperti layaknya program komputer biasa. jadi komputer kamu perlu diinstal OS dulu (linux/windows/solaris), setelah itu baru diinstall hypervisornya.
disadvantages:
- kalo ada problem di host OS (mis: kena virus), guest OS pun jadi kacau.
contoh software: solaris zones, vmware workstation, vmware server, virtual box, QEMU, virtual PC.
thank you for reading...
A: dalam dunia komputer, virtualisasi adalah teknik untuk membuat abstraksi (bisa dikatakan emulasi) resources komputer.
resources dapat berupa: satu set hardware komputer (mainboard + harddisk + dll), satu set OS, bisa juga aplikasi aja.
contoh konkritnya adalah: OS dalam OS, aplikasi dalam aplikasi.
contoh softwarenya: VMware, Xen, KVM, virtual-box, Solaris Zones.
Q: teknik virtualisasinya gimana?
A: untuk membuat system baru, ada 2 cara yang utama:
* Full virtualization & Hardware-assisted virtualization
* Paravirtualization
Q: maksudnya full virtualization?
A: artinya, software virtualization akan membuat sebuah system virtual mulai dari level terbawah, level hardware.
jadi, nantinya akan ada: harddisk, CPU, RAM, DVD, NIC, monitor, keyboard, floppy, USB controller, motherboard chipset, graphic card, serta soundcard. sama seperti waktu kamu beli komputer lengkap toh?
disadvantages:
karena bener2 membuat dari bawah, maka performansi OS induk (disebut juga: host OS) rada turun.
advantages:
karena mulai dari level hardware, kita bisa install macem2 OS di atasnya. cuman ingat, tiap OS punya HCL (hardware compatibility list)
contoh software full virtualization: vmware, virtual box, virtual PC.
Q: di vmware/virtual box, kalo kita mo buat mesin virtual baru, kok ada pilihan OS nya?
padahal tadi katanya itu full virtualization?
A: tidak ada yang salah mereka adalah full virtualization. pilihan OS itu adalah memberikan kombinasi hardware yang sesuai dengen OS tersebut.
sehingga kalo dijalankan, bisa optimal.
Q: maksudnya Hardware-assisted virtualization?
A:
full virtualization kan overheadnya banyak tu, nah supaya performansi host OS ngak terlalu down,
dibantu dengan hardware. biasanya sih dari CPU.
untuk processor intel namanya INTEL-VT untuk amd namanya AMD-V
kliatannya untuk processor yang keluar belakangan, udah include feature ini.
kalo processor kamu punya feature ini, ngak perlu khawatir tentang performancenya overhead.
ngejalanin guest OS (OS virtual) serasa ngejalanin OS biasa.
Q: maksudnya Paravirtualization?
A: ini artinya virtualization di level kernel OS.
jadi ngak bikin emulasi hardware, mulainya dari kernel.
kernel itu kan modal awal dan utama untuk nge-nyalain OS toh?
nah, kernel ini di modifikasi sehingga bisa bikin instance kernel lagi agar dapat dipake oleh OS yang baru.
advantages:
cepat, overheadnya sangat sedikit sekali. iyalah, kan ngak perlu emulasi hardware.
cocok untuk orang2 yang latihan OS, bisa login as root, ngak perlu di omeli admin.
cocok untuk security & cocok untuk production server. kalo di hack, host OSnya masih aman.
tinggal bikin OS baru lagi toh? ngak sampe 5 menit dah jadi.
disadvantages:
karena mulainya dari kernel, tentu saja guest OS nya sama dengen host OS.
kan ngak mungkin kernel unix, trus diatasnya ditanam windows.
contoh softwre: linux XEN, linux KVM, solaris zones
Q: loh trus kalo ngejalanin aplikasi windows di atas linux gimana?
A: itu namanya emulator, bukan virtualization.
softwarenya: wine, crossover, dll
Q: satu lagi, dalam pembahasan virtualisasi, saya sering dengar hipervisor. mereka itu apa ya?
A: hypervisor secara singkat adalah softwarenya. software untuk membuat guest OS.
contohnya: ya vmware, virtual box itu.
kalo di host kamu ngak punya software diatas, mana bisa buat OS dalam OS?
Q: hypervisor ada beberapa macam?
A: ada dua type:
- tipe 1, disebut juga native / baremetal
- tipe 2, disebut juga hosted hypervisor.
Q: maksudnya native hypervisor?
A: kalo yang ini, hypervisornya diinstal seperti OS. bentuknya kayak distro linux/windows gitu, dibooting langsung dari CD. tapi ingat, yang diinstall adalah OS khusus untuk virtualisasi. bukan OS semacam linux/windows/solaris. ukurannya kecil banget. lama instalasi juga ngak nyampe 5 menit. cepet banget. untuk meremote hypersivor ini, ada juga software khususnya.
advantages: karena merupakan OS khusus untuk virtualisasi, maka OS virtual yang dibuat diatasnya mempunya performance yang lebih baik.
cocok sekali untuk production server, karena komputer bener2 didedikasikan untuk virtualization.
contoh software: Sun's Logical Domain, vmware ESX, Oracle VM, microsoft Hyper-V, parallel servers
Q: maksudnya hosted hypervisor?
A: kalo ini, hypervisornya di install seperti layaknya program komputer biasa. jadi komputer kamu perlu diinstal OS dulu (linux/windows/solaris), setelah itu baru diinstall hypervisornya.
disadvantages:
- kalo ada problem di host OS (mis: kena virus), guest OS pun jadi kacau.
contoh software: solaris zones, vmware workstation, vmware server, virtual box, QEMU, virtual PC.
thank you for reading...
Selasa, 11 November 2008
solaris adalah mirip dengan linux, tapi tidak sama
hehehe...
sekedar sharing, jika ingin jadi professional IT, dan ngak pengen dipetjat!!
kalo mo coba2, jangan di server production (live).
pakenya ya di virtual box itu...
ini adalah kebiasaan buruk. dan kalo ngilangin kebiasan harus dimulai sedini mungkin.
dah ada beberapa korban tu dikantor saya.
baru belajar solaris di mesin produksi. gelooo....
dia sering pake linux, dan super pede ketika pake solaris.
but dasar2nya belom mantap, di linux, semua environment udah di setting sehingga mudah untuk digunakan. but solaris, kamu perlu setting environment secara manual.
basically, commandnya mirip, tapi bukan berarti kamu bisa memperlakukan solaris seperti LINUX. untuk itu perlu jam terbang.
practices make perfect!!
sebagai contoh:
hostname -i --> dilinux berarti menampilkan ipaddress system. tapi di solaris, ini berarti mengubah hostname manjadi -i dan ini FATAL SEKALI.
so, please be careful!!!
sekedar sharing, jika ingin jadi professional IT, dan ngak pengen dipetjat!!
kalo mo coba2, jangan di server production (live).
pakenya ya di virtual box itu...
ini adalah kebiasaan buruk. dan kalo ngilangin kebiasan harus dimulai sedini mungkin.
dah ada beberapa korban tu dikantor saya.
baru belajar solaris di mesin produksi. gelooo....
dia sering pake linux, dan super pede ketika pake solaris.
but dasar2nya belom mantap, di linux, semua environment udah di setting sehingga mudah untuk digunakan. but solaris, kamu perlu setting environment secara manual.
basically, commandnya mirip, tapi bukan berarti kamu bisa memperlakukan solaris seperti LINUX. untuk itu perlu jam terbang.
practices make perfect!!
sebagai contoh:
hostname -i --> dilinux berarti menampilkan ipaddress system. tapi di solaris, ini berarti mengubah hostname manjadi -i dan ini FATAL SEKALI.
so, please be careful!!!
Kamis, 06 November 2008
Solaris ZFS, basic concepts
sorry, saya jawab seadanya dulu yah, versi lengkap tentang Solaris ZFS sedang dibuat jadi artikel.
Q: Apa sih yang menyebabkan zfs dikatakan filesystem yang cepat?
A: ini cepat dalam hal apa? read ato write?
ZFS read lebih cepat:
- karena dia pake algoritma ARC yang bisa memprediksi data yang akan dibaca.
- karena dia pake COW (lihat penjelasan dibawah)
- pada pool standar, ZFS pake dynamic striping, jadi data yang ditulis akan disebar kebeberapa disks.
sehingga kalo baca diambil dari beberapa disks, so lebih cepat toh?
maaf kalo jawabannya baru segini. saya g masuk dalam team developer ZFS.
nah, kamu kan kliatannya tertarik tu... gabung aza toh?
bisa jadi employee sun microsystem loh...
gimana ngak keren coba?
hehehe :-p
Q: Apa itu zpools?
A: zpool adalah pool yang dibuat pada ZFS file system. command yang dipakai adalah zpool
Q: Apa keterbatasan dari zfs ? (from wikipedia)
A: ZFS jelas punya limit:
- satu pool ZFS maksimum bisa nampung total data sebesar 128bit. sekitar 18 milyar milyar kali lebih besar dari 64bit filesystem yang ada sekarang. jika lebih dari itu, ZFS ngak bisa.
- maksimum 2^64 ZFS snapshot
- maksimum 2^48 entries dalam sebuah directory
- maksimum bisa membuat single file sebesar 16 EiB (baca: ExbiByte)
1 exbibyte = 260 bytes = 1,152,921,504,606,846,976 bytes = 1,024 pebibytes
- maksimum bisa memiliki file attribute sebesar 16 EiB
- maksimum bisa memiliki pool sebesar 256 ZiB (ZebiByte)
1 zebibyte = 270 bytes = 1,180,591,620,717,411,303,424 bytes = 1,024 exbibytes
- maksimum memiliki 2^56 attributes dalam tiap file
- maksimum memiliki 2^56 file dalam sebuah directory
- maksimum memiliki 2^64 buah devices dalam sebuah zpool
- maksimum memiliki 2^64 zpool salam sebuah system
- maksimum memiliki 2^64 filesystem dalam sebuah zpool
Q: Kenapa sih kok maksimumnya gede banget? kan ngak kepake semua.
A: Ini filesystem untuk masa depan. komputer kamu memang g perlu-perlu amat.
Tapi google, yahoo, amazon, friendster, facebook, perlu toh?
dimasa depan, storage akan menjadi bigger & bigger. silahkan buka lagi buku sejarahnya, dan analisis bagaimana storage menjadi berlipat2 dalam sebuah interval waktu. dari situ kamu bisa buat interpolasi toh?
Q: ZFS support quota?
A: ya iya lah... masa iya dong?
quota biasanya digunakan untuk membatasi space user toh. kan tinggal buat aja zfs FileSystem untuk user tertentu, trus kasih quota. simple toh? daripada jalanin command edquota?, trus edit fstab?
Q: apakah harddisk yang sudah masuk pool bisa di tarik lagi?
A: tergantung kasusnya. kalo masuk ke pool yang mirror, tentu saja bisa.
kalo dimasukin ke pool biasa, tentu saja NGAK bisa, karena kan udah masuk ke ke dynamic striping...
(RAID 0). untuk cari tahu kelebihan kekurangan RAID0, silahkan tanya google.
Q: ZFS bukan cluster?
A: ya bukan dong...
Q: apa itu Copy-on-write transactional model? di kuliah ga ada...
A: saya dulu pernah ngasih ceramah di ITT. kurikulum cuman ngasih sampe lutut. tapi kebutuhan industri adalah orang kemampuannya sampai ujung kepala. artinya memang ada gap yang jauh antara industri dan kuliah. makanya jangan cuman ngandelin kuliah, makanya sekarang banyak tempat kursus dimana2, makanya ada GLC, makanya ada OSUM, makanya ada OSUG. begituu...
kamu beruntung pernah belajar sistem berkas, saya ngak pernah sama sekali. Tapi belum tentu yang ngambil lecture itu bisa ngejelasin dari sisi teknis tentang Ext2, Ext3, UFS, ZFS. hehehe... :-p
ok, back again:
ZFS memakai teknologi trasactional model, disebut juga copy-on-write (COW), sama seperti database oracle, postgresql. mysql sangat terbatas kemampuan transactionnya. intinya: all-or-nothing. yang di tekankan disini adalah teknologi write-nya.
Saya ambil contoh cara kerjanya:
1. ketika kamu buat sebuah file yang bener2 baru, maka akan disimpan dalam blok-blok yang baru di harddisk toh?
sampe sini jelas yah?
2. apa yang terjadi ketika file tersebut diedit?
kalo pake FS biasa, maka blok tersebut akan akan ditulis ulang. kalo filenya menjadi lebih besar, maka akan dicarikan blok lagi untuk nyimpan data yang lokasinya entah dimana, kadang jauh dari data yang lama.
Efek kalo pake FS biasa:
- setelah beberapa lama, apalagi untuk server yang sibuk (banyak read & write) maka file akan terjadi fragmentasi.
- kemampuan read & write menurun
- kalo komputer mati mendadak, maka akan muncul problem, file INconsistency. bisa aja sih diakalin dengan journalling filesystem, tapi ngak membantu karena data yang ditulis udah ngak consistent (baru setengah ditulis, lampunya mati). ini adalah cara kerja FS tradisional.
nah,kalo pake ZFS, ZFS akan mencari blok yang baru untuk menyimpan file yang di edit tersebut. Supaya lebih cepat dalam read/write, ZFS punya algoritma buat nyari lokasi blok baru yang optimal. Blok yang lama tidak diganggu gugat. inilah yang disebut copy-on-write. jadi nulisnya ditempat yang baru (seperti kalo copy toh?)
efek kalo pake ZFS:
- tidak perlu DEFRAG (emangnya jendela?)
- kemampuan I/O tetap stabil, malahan bisa jadi tambah cepat karena ZFS punya algoritma untuk memprediksi file mana saja yang akan di read.
- ni yang penting lagi: kalo komputer mati mendadak, NGAK perlu panik, NGAK perlu pake fsck. karena ZFS bakal pake blok yang lama toh? blok yang baru kan gagal ditulis karena mati lampu.
teknologi COW ini diambil dari teknologi database dan sukses diimplementasikan ke filesystem.
i just only can say one word: AMAZING!!
3. kalo udah SUKSES nulis di tempat yang baru, maka barulah pointernya di update.
jadi konsepnya all-or-nothing. Nunggu keseluruhan file bener2 selesai & sukses ditulis, baru kemudian pointernya di update. Blok yang lama akan dianggap kosong, dan bisa ditulis buat file yang lain.
jika ada gangguan selama proses menulis, maka fallback, pake data yang lama.
begichuuu...
Q: mysql, postgres, oracle bisa bekerja lebih baik di ZFS?
A: ya iya laah...
FS-nya bagus, DB-nya juga jadi bagus dunk?
ini adalah sebagian kecil bahasan tentang ZFS, nanti akan diceritakan lebih lanjut kok.
Sabar yah, skr lagi banyak kerjaan ne...
Q: Apa sih yang menyebabkan zfs dikatakan filesystem yang cepat?
A: ini cepat dalam hal apa? read ato write?
ZFS read lebih cepat:
- karena dia pake algoritma ARC yang bisa memprediksi data yang akan dibaca.
- karena dia pake COW (lihat penjelasan dibawah)
- pada pool standar, ZFS pake dynamic striping, jadi data yang ditulis akan disebar kebeberapa disks.
sehingga kalo baca diambil dari beberapa disks, so lebih cepat toh?
maaf kalo jawabannya baru segini. saya g masuk dalam team developer ZFS.
nah, kamu kan kliatannya tertarik tu... gabung aza toh?
bisa jadi employee sun microsystem loh...
gimana ngak keren coba?
hehehe :-p
Q: Apa itu zpools?
A: zpool adalah pool yang dibuat pada ZFS file system. command yang dipakai adalah zpool
Q: Apa keterbatasan dari zfs ? (from wikipedia)
A: ZFS jelas punya limit:
- satu pool ZFS maksimum bisa nampung total data sebesar 128bit. sekitar 18 milyar milyar kali lebih besar dari 64bit filesystem yang ada sekarang. jika lebih dari itu, ZFS ngak bisa.
- maksimum 2^64 ZFS snapshot
- maksimum 2^48 entries dalam sebuah directory
- maksimum bisa membuat single file sebesar 16 EiB (baca: ExbiByte)
1 exbibyte = 260 bytes = 1,152,921,504,606,846,976 bytes = 1,024 pebibytes
- maksimum bisa memiliki file attribute sebesar 16 EiB
- maksimum bisa memiliki pool sebesar 256 ZiB (ZebiByte)
1 zebibyte = 270 bytes = 1,180,591,620,717,411,303,424 bytes = 1,024 exbibytes
- maksimum memiliki 2^56 attributes dalam tiap file
- maksimum memiliki 2^56 file dalam sebuah directory
- maksimum memiliki 2^64 buah devices dalam sebuah zpool
- maksimum memiliki 2^64 zpool salam sebuah system
- maksimum memiliki 2^64 filesystem dalam sebuah zpool
Q: Kenapa sih kok maksimumnya gede banget? kan ngak kepake semua.
A: Ini filesystem untuk masa depan. komputer kamu memang g perlu-perlu amat.
Tapi google, yahoo, amazon, friendster, facebook, perlu toh?
dimasa depan, storage akan menjadi bigger & bigger. silahkan buka lagi buku sejarahnya, dan analisis bagaimana storage menjadi berlipat2 dalam sebuah interval waktu. dari situ kamu bisa buat interpolasi toh?
Q: ZFS support quota?
A: ya iya lah... masa iya dong?
quota biasanya digunakan untuk membatasi space user toh. kan tinggal buat aja zfs FileSystem untuk user tertentu, trus kasih quota. simple toh? daripada jalanin command edquota?, trus edit fstab?
Q: apakah harddisk yang sudah masuk pool bisa di tarik lagi?
A: tergantung kasusnya. kalo masuk ke pool yang mirror, tentu saja bisa.
kalo dimasukin ke pool biasa, tentu saja NGAK bisa, karena kan udah masuk ke ke dynamic striping...
(RAID 0). untuk cari tahu kelebihan kekurangan RAID0, silahkan tanya google.
Q: ZFS bukan cluster?
A: ya bukan dong...
Q: apa itu Copy-on-write transactional model? di kuliah ga ada...
A: saya dulu pernah ngasih ceramah di ITT. kurikulum cuman ngasih sampe lutut. tapi kebutuhan industri adalah orang kemampuannya sampai ujung kepala. artinya memang ada gap yang jauh antara industri dan kuliah. makanya jangan cuman ngandelin kuliah, makanya sekarang banyak tempat kursus dimana2, makanya ada GLC, makanya ada OSUM, makanya ada OSUG. begituu...
kamu beruntung pernah belajar sistem berkas, saya ngak pernah sama sekali. Tapi belum tentu yang ngambil lecture itu bisa ngejelasin dari sisi teknis tentang Ext2, Ext3, UFS, ZFS. hehehe... :-p
ok, back again:
ZFS memakai teknologi trasactional model, disebut juga copy-on-write (COW), sama seperti database oracle, postgresql. mysql sangat terbatas kemampuan transactionnya. intinya: all-or-nothing. yang di tekankan disini adalah teknologi write-nya.
Saya ambil contoh cara kerjanya:
1. ketika kamu buat sebuah file yang bener2 baru, maka akan disimpan dalam blok-blok yang baru di harddisk toh?
sampe sini jelas yah?
2. apa yang terjadi ketika file tersebut diedit?
kalo pake FS biasa, maka blok tersebut akan akan ditulis ulang. kalo filenya menjadi lebih besar, maka akan dicarikan blok lagi untuk nyimpan data yang lokasinya entah dimana, kadang jauh dari data yang lama.
Efek kalo pake FS biasa:
- setelah beberapa lama, apalagi untuk server yang sibuk (banyak read & write) maka file akan terjadi fragmentasi.
- kemampuan read & write menurun
- kalo komputer mati mendadak, maka akan muncul problem, file INconsistency. bisa aja sih diakalin dengan journalling filesystem, tapi ngak membantu karena data yang ditulis udah ngak consistent (baru setengah ditulis, lampunya mati). ini adalah cara kerja FS tradisional.
nah,kalo pake ZFS, ZFS akan mencari blok yang baru untuk menyimpan file yang di edit tersebut. Supaya lebih cepat dalam read/write, ZFS punya algoritma buat nyari lokasi blok baru yang optimal. Blok yang lama tidak diganggu gugat. inilah yang disebut copy-on-write. jadi nulisnya ditempat yang baru (seperti kalo copy toh?)
efek kalo pake ZFS:
- tidak perlu DEFRAG (emangnya jendela?)
- kemampuan I/O tetap stabil, malahan bisa jadi tambah cepat karena ZFS punya algoritma untuk memprediksi file mana saja yang akan di read.
- ni yang penting lagi: kalo komputer mati mendadak, NGAK perlu panik, NGAK perlu pake fsck. karena ZFS bakal pake blok yang lama toh? blok yang baru kan gagal ditulis karena mati lampu.
teknologi COW ini diambil dari teknologi database dan sukses diimplementasikan ke filesystem.
i just only can say one word: AMAZING!!
3. kalo udah SUKSES nulis di tempat yang baru, maka barulah pointernya di update.
jadi konsepnya all-or-nothing. Nunggu keseluruhan file bener2 selesai & sukses ditulis, baru kemudian pointernya di update. Blok yang lama akan dianggap kosong, dan bisa ditulis buat file yang lain.
jika ada gangguan selama proses menulis, maka fallback, pake data yang lama.
begichuuu...
Q: mysql, postgres, oracle bisa bekerja lebih baik di ZFS?
A: ya iya laah...
FS-nya bagus, DB-nya juga jadi bagus dunk?
ini adalah sebagian kecil bahasan tentang ZFS, nanti akan diceritakan lebih lanjut kok.
Sabar yah, skr lagi banyak kerjaan ne...
Rabu, 05 November 2008
Hardware saya kedetect Solaris ga sih?
“Kalo pake solaris, ntar hardware saya kedetect g yah?”
Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh para newbie.
Sun sebagai pembuat Solaris/Opensolaris sudah pasti mikirin pertanyaan ini.
Artikel ini akan memberikan gambaran beberapa cara untuk mengetahui apakah hardware kita disupport oleh solaris atau tidak.
Langsung saja lihat artikel ini dibawah:
Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh para newbie.
Sun sebagai pembuat Solaris/Opensolaris sudah pasti mikirin pertanyaan ini.
Artikel ini akan memberikan gambaran beberapa cara untuk mengetahui apakah hardware kita disupport oleh solaris atau tidak.
Langsung saja lihat artikel ini dibawah:
Apa bedanya: solaris, opensolaris, solaris express?
Q: apa bedanya: solaris, opensolaris, solaris express?
A: mirip seperti LINUX. jika kamu ngomong linux, linux itu adalah nama kernel saja.
kalo kamu ngomong slackware, fedora, suse, dll, secara konsep itu bukan linux, tapi distro linux, sehingga kamu bakal salah jika ngomong: linux slackware, linux fedora, dll. yang benar adalah: distro linux slackware, distro linux fedora.
but karena banyak orang awam (baca dummies, hehehe...) tentang ini maka semua dah pada maklum.
OS ngak bisa berguna banyak kalo cuman berisi kernel toh?
windows yang cuman kernel saja g bisa memberikan manfaat toh? (makanya ditambahkan program standar: notepad, cmd, paint, dll)
trus jadilah distro windows.
jadi distro adalah: kernel + program aplikasi lain, kemudian di bundle jadi sebuah CD/DVD
opensolaris itu adalah nama kernel, dan sifat kernel ini adalah opensource. tetapi lisensi opensolaris bukan GNU, tapi CDDL yang bussiness friendly. kamu bisa download kernel opensolaris, mengubahnya, dijadikan sebuah prosuk, tapi kamu berhak untuk tidak memperlihatkan source code kamu itu, sehingga rahasia perusahaan aman.
Mirip seperti lisensi BSD yang sangat liberal. jika sebuah sourcecode di release dengan BSD, kamu bisa download, mengubah, dan mengklaim sourcecode itu adalah milik kamu. itulah kenapa beberapa perusahaan memilih BSD/CDDL untuk implementasi produknya.
mis: juniper, pFsense, dll
dalam kasus opensolaris, nama distronya juga sama: distro opensolaris.
sehingga kalo kamu ngomong opensolaris saja, kamu perlu menjelaskan lebih lanjut: itu kernel atau distro?
solaris adalah nama distro. kernelnya diambil dari opensolaris kemudian + applikasi, trus di bundle ke dalam CD/DVD.
bedanya: kalo distro opensolaris yang ngurusin komunitas, distro solaris yang ngurusin adalah sun microsystem langsung.
pada distro solaris, sun melakukan testing, maintain, update, RnD, agar distro solaris menjadi tangguh dan stabil. jadi bener2 di urusin oleh sun microsystem, sehingga jadi paket2 serta feature2 didalamnya sedikit lebih tertinggal dari distro opensolaris, karena alasan stabilitas.
ohya, setelah merelease distro solaris, sun juga merelease distro "Solaris Express". Distro ini tersedia bebas, di update 2 minggu sekali, buat para developer, hackers, testers, hobbyist, semua orang. gunanya sih biar diajak ngetest distro tersebut, lapor ke sun kalo ada bug, hang, ato apalah. sehingga solaris release berikutnya sudah stabil.
Sejak 10 Agustus 2009, Sun menghentikan program solaris express community edition ini. Semua effort yang dikeluarkan sekarang, di fokuskan untuk membangun opensolaris.
[http://sun.systemnews.com/articles/138/2/EOL/22193]
mengenai biaya, dua-duanya gratis. bisa di download bebas. sun juga menyediakan link langsung untuk mendownload distro solaris.
kalo anda perlu support unprofessional (tanya2 cara pake produk) bisa tanya ke milis opensolaris dan akan dijawab oleh komunitas. kalo pertanyaannya susah, maka jarang ada yang jawab. hehehehe :-p
tapi kalo pengen professional support dari sun langsung (tanya via telpon, respon kurang dari 24 jam jika ada problem, dll), maka harus beli service dari sun. iya laah, professional support gitu loh! masak gretong!
btw, redhat tidak menyediakan link langsung untuk download distro redhat, dan redhat berhak melakukan itu. karena didalam distronya terdapat trademark redhat.
redhat hanya menyediakan download untuk sourcecode distronya, karena distro redhat berbasis GNU.
dari source code inilah kemudian dibuild lagi menjadi CentOS, semua trademark redhat diganti menjadi CentOS. sehingga distro CentOS bisa di download.
A: mirip seperti LINUX. jika kamu ngomong linux, linux itu adalah nama kernel saja.
kalo kamu ngomong slackware, fedora, suse, dll, secara konsep itu bukan linux, tapi distro linux, sehingga kamu bakal salah jika ngomong: linux slackware, linux fedora, dll. yang benar adalah: distro linux slackware, distro linux fedora.
but karena banyak orang awam (baca dummies, hehehe...) tentang ini maka semua dah pada maklum.
OS ngak bisa berguna banyak kalo cuman berisi kernel toh?
windows yang cuman kernel saja g bisa memberikan manfaat toh? (makanya ditambahkan program standar: notepad, cmd, paint, dll)
trus jadilah distro windows.
jadi distro adalah: kernel + program aplikasi lain, kemudian di bundle jadi sebuah CD/DVD
opensolaris itu adalah nama kernel, dan sifat kernel ini adalah opensource. tetapi lisensi opensolaris bukan GNU, tapi CDDL yang bussiness friendly. kamu bisa download kernel opensolaris, mengubahnya, dijadikan sebuah prosuk, tapi kamu berhak untuk tidak memperlihatkan source code kamu itu, sehingga rahasia perusahaan aman.
Mirip seperti lisensi BSD yang sangat liberal. jika sebuah sourcecode di release dengan BSD, kamu bisa download, mengubah, dan mengklaim sourcecode itu adalah milik kamu. itulah kenapa beberapa perusahaan memilih BSD/CDDL untuk implementasi produknya.
mis: juniper, pFsense, dll
dalam kasus opensolaris, nama distronya juga sama: distro opensolaris.
sehingga kalo kamu ngomong opensolaris saja, kamu perlu menjelaskan lebih lanjut: itu kernel atau distro?
solaris adalah nama distro. kernelnya diambil dari opensolaris kemudian + applikasi, trus di bundle ke dalam CD/DVD.
bedanya: kalo distro opensolaris yang ngurusin komunitas, distro solaris yang ngurusin adalah sun microsystem langsung.
pada distro solaris, sun melakukan testing, maintain, update, RnD, agar distro solaris menjadi tangguh dan stabil. jadi bener2 di urusin oleh sun microsystem, sehingga jadi paket2 serta feature2 didalamnya sedikit lebih tertinggal dari distro opensolaris, karena alasan stabilitas.
ohya, setelah merelease distro solaris, sun juga merelease distro "Solaris Express". Distro ini tersedia bebas, di update 2 minggu sekali, buat para developer, hackers, testers, hobbyist, semua orang. gunanya sih biar diajak ngetest distro tersebut, lapor ke sun kalo ada bug, hang, ato apalah. sehingga solaris release berikutnya sudah stabil.
Sejak 10 Agustus 2009, Sun menghentikan program solaris express community edition ini. Semua effort yang dikeluarkan sekarang, di fokuskan untuk membangun opensolaris.
[http://sun.systemnews.com/articles/138/2/EOL/22193]
mengenai biaya, dua-duanya gratis. bisa di download bebas. sun juga menyediakan link langsung untuk mendownload distro solaris.
kalo anda perlu support unprofessional (tanya2 cara pake produk) bisa tanya ke milis opensolaris dan akan dijawab oleh komunitas. kalo pertanyaannya susah, maka jarang ada yang jawab. hehehehe :-p
tapi kalo pengen professional support dari sun langsung (tanya via telpon, respon kurang dari 24 jam jika ada problem, dll), maka harus beli service dari sun. iya laah, professional support gitu loh! masak gretong!
btw, redhat tidak menyediakan link langsung untuk download distro redhat, dan redhat berhak melakukan itu. karena didalam distronya terdapat trademark redhat.
redhat hanya menyediakan download untuk sourcecode distronya, karena distro redhat berbasis GNU.
dari source code inilah kemudian dibuild lagi menjadi CentOS, semua trademark redhat diganti menjadi CentOS. sehingga distro CentOS bisa di download.
Senin, 03 November 2008
AYOOO gabung ke OSUM (baca: awesome) !!!
saya pengen ngajak temen2 untuk gabung di komunitas OSUM di IT Telkom
bisa lihat disini:
http://osum.sun.com/group/ittelkom
kenapa perlu gabung?
sun adalah perusahaan IT yang besar di dunia. banyak produknya yang telah digunakan perusahaan2 besar.
yang dah kerja silahkan buktikan...
solaris, java, glassfish, mysql, sunfire, ZFS, openSPARC, virtualbox, netbeans, openoffice, adalah beberapa contoh produknya.
yang lebih menggembirakan, sun sangat serius dengen open source dan komunitas.
dukungan ke komunitas benar2 diperhatikan, dan mereka sampe mengangkat community officer untuk membantu komunitas berkembang dan lebih maju. ini adalah bukti mereka serius...
saya melihat ini adalah gerakan bagus dan pantas untuk di dukung.
lagian dukungannya langsung dari perusahaan, bukan perorangan yang lagi mood.
tanggal 9 nov nanti ada meeting di kantin it telkom, silahkan ajak temen yang lain untuk datang...
so, tunggu apa lagi?
ayo gabung! ini komunitas cuman perlu registrasi doank, ngak perlu bayar, tapi banyak ilmu yang bisa didapat.
Terutama yang lg nyari gawe, yang suka IT, lg nyari ilmu, yang pengen belajar dunia baru, yang suka tantangan, buat para hobbyist, sales, marketing, dll... pokoknya semuanya deh.
ps. sekalian tolong sebarin ke yang lain yah, adik kelas, ponakan, temen, dosen, dll
biar ini negara bisa maju...
okeh?
bisa lihat disini:
http://osum.sun.com/group/ittelkom
kenapa perlu gabung?
sun adalah perusahaan IT yang besar di dunia. banyak produknya yang telah digunakan perusahaan2 besar.
yang dah kerja silahkan buktikan...
solaris, java, glassfish, mysql, sunfire, ZFS, openSPARC, virtualbox, netbeans, openoffice, adalah beberapa contoh produknya.
yang lebih menggembirakan, sun sangat serius dengen open source dan komunitas.
dukungan ke komunitas benar2 diperhatikan, dan mereka sampe mengangkat community officer untuk membantu komunitas berkembang dan lebih maju. ini adalah bukti mereka serius...
saya melihat ini adalah gerakan bagus dan pantas untuk di dukung.
lagian dukungannya langsung dari perusahaan, bukan perorangan yang lagi mood.
tanggal 9 nov nanti ada meeting di kantin it telkom, silahkan ajak temen yang lain untuk datang...
so, tunggu apa lagi?
ayo gabung! ini komunitas cuman perlu registrasi doank, ngak perlu bayar, tapi banyak ilmu yang bisa didapat.
Terutama yang lg nyari gawe, yang suka IT, lg nyari ilmu, yang pengen belajar dunia baru, yang suka tantangan, buat para hobbyist, sales, marketing, dll... pokoknya semuanya deh.
ps. sekalian tolong sebarin ke yang lain yah, adik kelas, ponakan, temen, dosen, dll
biar ini negara bisa maju...
okeh?
Minggu, 02 November 2008
INSTALASI SOLARIS 10 10/08 (update 6)
Tulisan ini adalah update dari tulisan saya sebelumnya tentang instalasi Sistem Operasi Solaris 10.
Dua hari yang lalu, 31 Oktober 2008, SUN meluncurkan release terbaru dari Sistem Operasi andalannya.
Release ini adalah release ke enam setelah pertama kali diluncurkan pertama kali pada february 2005.
Diberi nama 10/08 karena diluncurkan pada bukan oktober tahun 2008. Release ini lebih istimewa dari
sebelumnya karena telah diintegrasikan feature-feature yang telah lama dinanti-nantikan oleh para pengguna Solaris 10 diseluruh dunia.
Pada bagian pertama tulisan ini akan berbicara tentang apa saja feature baru dari release ini.
Selanjutnya pada bagian kedua adalah contoh panduan instalasi Solaris 10 release ini.
Dua hari yang lalu, 31 Oktober 2008, SUN meluncurkan release terbaru dari Sistem Operasi andalannya.
Release ini adalah release ke enam setelah pertama kali diluncurkan pertama kali pada february 2005.
Diberi nama 10/08 karena diluncurkan pada bukan oktober tahun 2008. Release ini lebih istimewa dari
sebelumnya karena telah diintegrasikan feature-feature yang telah lama dinanti-nantikan oleh para pengguna Solaris 10 diseluruh dunia.
Pada bagian pertama tulisan ini akan berbicara tentang apa saja feature baru dari release ini.
Selanjutnya pada bagian kedua adalah contoh panduan instalasi Solaris 10 release ini.
Kamis, 05 Juni 2008
INSTALASI Oracle 10g pada Solaris 10 x86
Oracle adalah product database yang terkenal didunia, mempunyai bjavascript:void(0)anyak customer, dan memiliki
feature lengkap sebagai sebuah database.
Sedangkan Solaris 10 adalah sebuah Sistem operasi yang juga terkenal handal, stabil, dan mempunyai basis user yang besar. Gabungan keduanya akan menghasilkan sebuah server yang handal, dengan performance yang tinggi.
Artikel ini akan membahas instalasi Oracle 10g pada Solaris 10 x86.
feature lengkap sebagai sebuah database.
Sedangkan Solaris 10 adalah sebuah Sistem operasi yang juga terkenal handal, stabil, dan mempunyai basis user yang besar. Gabungan keduanya akan menghasilkan sebuah server yang handal, dengan performance yang tinggi.
Artikel ini akan membahas instalasi Oracle 10g pada Solaris 10 x86.
Minggu, 20 Januari 2008
Solaris 10 Installation
dear all,
berikut ini saya attach panduan tentang solaris 10 installation
Achmad-solaris_instalation.pdf
semoga berguna
berikut ini saya attach panduan tentang solaris 10 installation
Achmad-solaris_instalation.pdf
semoga berguna
Langganan:
Komentar (Atom)