tulisan ini diangkat dari pengalaman penulis ketika jadi engineer di salah satuvendor telco.
penulis dah biasa dengan linux, jadi ketika itu di tugasin untuk matiin mesin.
dengan sangat PD nya, penulis mematikan mesin dengan gaya LINUX. hehehe :-p
HASILNYA:
di damprat oleh engineer senior!!
hahaha...
Q: gimana cara mematikan Solaris OS yang benar?
A: cara yang recommended adalah dengen perintah: shutdown -i5 -g0 -y
arti:
-i5 --> init 5 (init 5 disolaris artinya mesin dimatikan)
-g0 --> grace period = 0 detik (waktu menunggu sebelum perintah dieksekusi, biar bisa sempet nge-save)
-y --> yes (jika tanpa opsi ini, anda akan ditanya lagi apa beneran mau shutdown?, dengan -y anda otomatis akan menjawab yes)
solaris beda dengan linux.
di solaris, shutdown berbeda dengan poweroff.
berikut ini detilnya:
/usr/sbin/shutdown Command
ini adalah command cara teraman dan direkomendasikan oleh sun microsystem.
- shutdown command akan mengirim message ke semua user bahwa mesin akan dimatikan.
- shutdown command akan memberikan grace period sebelum perintah shutdown di eksekusi. gunanya agar user bersiap2 untuk shutdown.
contoh: shutdown -i5 -g0 -y
/sbin/init Command
command ini akan mengubah runlevel. runlevel maksudnya mode ketika OS dijalankan.
contoh: init 5 --> ini akan membuat mesin yang pindah ke runlevel 5. runlevel 5 artinya sampai poweroff.
telinit Command
command ini sama aja dengan init. cuman link aja.
/usr/sbin/halt Command
ini cara stop yang kasar, bisa berakibat fatal pada aplikasi.
mesin akan di stop tiba2, kill script TIDAK dijalankan, dan tidak ada warning ke user.
/usr/sbin/reboot Command
reboot digunakan pada mode single-user, dimana tidak ada aplikasi yang dijalankan.
setelah perintah reboot dieksekusi, disk akan di sync. mesin akan dimatikan, kemudian dihidupkan lagi secara otomatis sampai mode multi-user.
/usr/sbin/poweroff Command
mirip dengan halt dan reboot, poweroff akan men-sync harddisk dan setelah itu men-shutdown system. bedanya, jika hardware mendukung. perintah ini akan mematikan power juga.
sehingga kipas PSU, CPU, dll akan mati
perintah reboot, poweroff,dan halt akan langsung menghentikan CPU, dan men-sync harddisk. perintah ini tidak direkomendasikan karena tidak menjalankan Kill script untuk mematikan aplikasi, serta tidak melakukan unmount filesystem yang tersisa.
perintah ini dapat membuat aplikasi menjadi rusak.
perintah ini dieksekusi hanya pada saat emergency, dan pada saat TIDAK ADA SERVICE yang running.
perintah init dan shutdown adalah cara yang paling reliable untuk mematikan mesin. karena command ini akan mematikan aplikasi terlebih dahulu dengan cara menjalankan Kill scripts. men-sync harddisk, and mematikan mesin. sehinga meminimalkan data loss...
so, mulai sekarang, hati2 kalo mau shutdown mesin.
OK? ;-)
Senin, 15 Desember 2008
Sabtu, 13 Desember 2008
Solaris Basic Administration: install/uninstall software/patches
dear all,
forum ini, aslinya bernama Solaris Basic Administration: Package & patch administration.
namun dengan alasan newbie friendly, namanya diganti:
Solaris Basic Administration: install/uninstall software/patches
forum ini khusus membicarakan package management & patch management.
maksudnya: gimana caranya kita meng-install/meng-uninstall software/patch di solaris.
sama seperti windows, solaris juga punya banyak software yang perlu diinstall.
namun tata cara instalasinya beda:
1. dari sisi format software:
di windows: software diinstall berbentuk file executable. biasanya dengan extention .exe, .msi
di solaris: software diinstall berbentuk bukan file executable. biasanya dengen extention: .pkg
2. dari sisi eksekusi:
di windows: kita klik file executable tersebut, kemudian ikuti instruksi.
di solaris: - kita perlu ngetik command untuk install package tersebut: pkgadd
- kita bisa pakai GUI: admintool, progreg, installer (jika pake DVD solaris)
3. dari sisi struktur direktori & registrasi.
di windows: tiap file dari software yang akan diinstall (file binary/executable, library, config file, dll) akan di masukkan ke directory khusus untuk software tersebut (biasanya di C:\Program Files\). sebagian ada yang dicopy ke directory c:\windows. dalam proses instalasi juga terdapat script yang dieksekusi. Setelah itu installer akan menulis sesuatu diregistry windows.
di solaris: solaris OS mempunyai struktur directory untuk setiap tipe file. sehinga file dari software baru tersebut disebar ke beberapa directory. directory /etc sebagai tempat naruh file konfigurasi. /usr/bin atau /usr/sbin untuk naruh file binary. /usr/lib atau /lib untuk naruh library. /var untuk naruh log. di dalam file package solaris, ada pre install script (dieksekusi sebelum file dari package dicopy ke OS) dan post install script (dieksekusi setelah file dari package dicopy ke OS). script ini berguna untuk membuat instalasi package lancar. setelah itu installer solaris akan memberitahu OS file dan menyinpan di database software tentang semua file yang telah dicopy ke OS.
berlaku untuk windows & solaris:
hati2 jika menginstall software bajakan / software dari situs tidak resmi.
karena bisa jadi program tersebut disusupi malware, Solaris kamu bisa rusak langsung saat instalasi. dibilangnya software untuk DNS ternyata bukan.
kalo mo lebih aman ya beli softwarenya, hehehe...
4. jika ingin uninstall
- di windows: masuk ke control panel, add/remove programs, trus pilih software yang mau di uninstall
- di solaris: - pake command: pkgrm
- bisa pake GUI: admintool, progreg
saran, jika ingin install software di solaris tanpa package management, dengan cara: compile software sendiri
sebaiknya saat compile tidak menggunakan opsi --prefix=/. karena hasil compile-an anda akan masuk di directory induk OS. jika anda tidak mengetahui file apa saja yang dibuat setelah process compile serta letak file tersebut, maka akan menyulitkan proses un-install. anda meng-unsinstallnya dengen mendelete file tersebut satu demi satu: anda harus tau filenya serta lokasinya bukan?
saran: untuk compile sendiri silahkan pakai opsi: --prefix=/usr/local/.
dengen opsi ini, file yang telah dicompile, akan dicopy ke directory: /usr/local/. sehingga kalo mau un-install tinggal delete aja itu folder.
5. tentang dependency
yang install software di OS, pasti ada yang namanya dependency. yaitu ketergantungan terhadap software lain. maksudnya software lain tersebut harus sudah ada di OS sebelum software kita diinstall.
- di windows: biasanya udah disediain oleh installer tersebut. kalo ngak, installer biasanya minta download dari internet.
- di solaris: - jika pake comand line (pkgadd), andalah yang akan mengurusi dependency software, bukan pkgadd nya. jadi perlu punya knowledge tentang software tersebut.
- jika pake GUI: udah diurusin oleh GUInya
FYI, mirip dengen linux, di solaris terdapat beberapa organisasi yang ngurusin package management. mereka menyediakan tool untuk mengurus dependency serta porting software.
sebagai contoh: http://www.blastwave.org
organisasi ini bertujuan untuk memporting software supaya bisa digunakan di solaris.
hasil kerja mereka bisa dilihat di: http://www.blastwave.org/packages.php
biasanya organisasi ini semacam ini menyediakan sendiri librarynya.
contoh: jika kamu compile mysql di solaris, maka mysql tersebut akan memakai library yang bawaan solaris. jika kamu install dari blastwave, library yang menunjang mysql tersebut juga akan download dari blastware repository. hal ini berguna untuk menjaga stabilitas paket bawaan blastwave.
sekian dulu...
Regards,
achmad m
forum ini, aslinya bernama Solaris Basic Administration: Package & patch administration.
namun dengan alasan newbie friendly, namanya diganti:
Solaris Basic Administration: install/uninstall software/patches
forum ini khusus membicarakan package management & patch management.
maksudnya: gimana caranya kita meng-install/meng-uninstall software/patch di solaris.
sama seperti windows, solaris juga punya banyak software yang perlu diinstall.
namun tata cara instalasinya beda:
1. dari sisi format software:
di windows: software diinstall berbentuk file executable. biasanya dengan extention .exe, .msi
di solaris: software diinstall berbentuk bukan file executable. biasanya dengen extention: .pkg
2. dari sisi eksekusi:
di windows: kita klik file executable tersebut, kemudian ikuti instruksi.
di solaris: - kita perlu ngetik command untuk install package tersebut: pkgadd
- kita bisa pakai GUI: admintool, progreg, installer (jika pake DVD solaris)
3. dari sisi struktur direktori & registrasi.
di windows: tiap file dari software yang akan diinstall (file binary/executable, library, config file, dll) akan di masukkan ke directory khusus untuk software tersebut (biasanya di C:\Program Files\). sebagian ada yang dicopy ke directory c:\windows. dalam proses instalasi juga terdapat script yang dieksekusi. Setelah itu installer akan menulis sesuatu diregistry windows.
di solaris: solaris OS mempunyai struktur directory untuk setiap tipe file. sehinga file dari software baru tersebut disebar ke beberapa directory. directory /etc sebagai tempat naruh file konfigurasi. /usr/bin atau /usr/sbin untuk naruh file binary. /usr/lib atau /lib untuk naruh library. /var untuk naruh log. di dalam file package solaris, ada pre install script (dieksekusi sebelum file dari package dicopy ke OS) dan post install script (dieksekusi setelah file dari package dicopy ke OS). script ini berguna untuk membuat instalasi package lancar. setelah itu installer solaris akan memberitahu OS file dan menyinpan di database software tentang semua file yang telah dicopy ke OS.
berlaku untuk windows & solaris:
hati2 jika menginstall software bajakan / software dari situs tidak resmi.
karena bisa jadi program tersebut disusupi malware, Solaris kamu bisa rusak langsung saat instalasi. dibilangnya software untuk DNS ternyata bukan.
kalo mo lebih aman ya beli softwarenya, hehehe...
4. jika ingin uninstall
- di windows: masuk ke control panel, add/remove programs, trus pilih software yang mau di uninstall
- di solaris: - pake command: pkgrm
- bisa pake GUI: admintool, progreg
saran, jika ingin install software di solaris tanpa package management, dengan cara: compile software sendiri
sebaiknya saat compile tidak menggunakan opsi --prefix=/. karena hasil compile-an anda akan masuk di directory induk OS. jika anda tidak mengetahui file apa saja yang dibuat setelah process compile serta letak file tersebut, maka akan menyulitkan proses un-install. anda meng-unsinstallnya dengen mendelete file tersebut satu demi satu: anda harus tau filenya serta lokasinya bukan?
saran: untuk compile sendiri silahkan pakai opsi: --prefix=/usr/local/.
dengen opsi ini, file yang telah dicompile, akan dicopy ke directory: /usr/local/. sehingga kalo mau un-install tinggal delete aja itu folder.
5. tentang dependency
yang install software di OS, pasti ada yang namanya dependency. yaitu ketergantungan terhadap software lain. maksudnya software lain tersebut harus sudah ada di OS sebelum software kita diinstall.
- di windows: biasanya udah disediain oleh installer tersebut. kalo ngak, installer biasanya minta download dari internet.
- di solaris: - jika pake comand line (pkgadd), andalah yang akan mengurusi dependency software, bukan pkgadd nya. jadi perlu punya knowledge tentang software tersebut.
- jika pake GUI: udah diurusin oleh GUInya
FYI, mirip dengen linux, di solaris terdapat beberapa organisasi yang ngurusin package management. mereka menyediakan tool untuk mengurus dependency serta porting software.
sebagai contoh: http://www.blastwave.org
organisasi ini bertujuan untuk memporting software supaya bisa digunakan di solaris.
hasil kerja mereka bisa dilihat di: http://www.blastwave.org/packages.php
biasanya organisasi ini semacam ini menyediakan sendiri librarynya.
contoh: jika kamu compile mysql di solaris, maka mysql tersebut akan memakai library yang bawaan solaris. jika kamu install dari blastwave, library yang menunjang mysql tersebut juga akan download dari blastware repository. hal ini berguna untuk menjaga stabilitas paket bawaan blastwave.
sekian dulu...
Regards,
achmad m
Selasa, 02 Desember 2008
tentang binary compatibility, tukang porting
Q: package under linux bisa dijalanin di solaris nggak?? Kayak BSD kan da linux compabilitynya. Kalo opensolaris ada ga'mas??
kalo kamu tanya: apakah bisa? jawabnya: tentu bisa. ini pertanyaan general soalnya. hehehe
tapi kalo tenya lebih detil: bagaimana? dan apa saja yang bisa?
kalo ini jawabnya rada susah, karena gak semuanya bisa. feature ini rada maksa dan cocok2an
hehehe :-p
ini berlaku di semua OS loh: unix, linux, windows, mac, dll
so, saran saya jangan terlalu percaya sama feature ini deh.
mending pake native binarynya, ato recompile source codenya.
kalo mo coba2 c terserah. softwarenya bisa pake: wine (linux), lxrun (solaris).
jika perusahaan memang concern dengen stabilitas, pada males pake feature ini.
ini adalah feature dari merketing/hobbyist supaya banyak orang yang pake OSnya.
biasa..., namanya juga marketing. dan ini bukan hal yang jelek kok.
logikanya gini,
inti dari OS kan kernel, trus aplikasi yang dibuat diatasnya akan berbasiskan kernel tersebut kan?
karena aplikasi tersebut akan selalu berhubungan dengen kernel, supaya bisa mengakses hardware toh?
kernel HP-UX, AIX, SCO, SOLARIS, LINUX, WINDOWS, MAC kan beda. maka aplikasi nya bakal ngak kompatibel satu sama lainnya. jelas kan?
contoh: kamu buat program dengen bahasa C di LINUX. trus kamu compile source code kamu itu, dan selanjutnya akan menghasilkan file binary toh? file binary tersebut akan mulus berjalan di linux karena memang udah dicompile untuk berjalan disono. logis toh?
kalo file binary linux tersebut di run di OS lain dan mandek, ya jelas aja bisa mandek dong, karena kernelnya jelas beda. meskipun OS lain tersebut dibuat dengen bahasa C juga.
apanya sih yang buat beda?:
- cara mengakses harddisk
- menampilkan character di display
- system calls
- management memory
- cara mengakses CPU
- serta sejuta alasan lainnya yang membuat kernel beda. hehehe...
mungkin kalo di ibaratkan, seperti menerapkan "Free Sex" di Indonesia dan di Eropa.
yaa.. kalo di indo bakal susah penerapannya, bakalan banyak demo. hehehe...
basically adalah karena kernel orang indo beda dengan eropa.
Basicnya udah beda banget, kalo pun bisa diterapkan, namanya maksa.
maka dari itu, ada yang namanya porting aplikasi. sebuah aplikasi akan coba di recompile untuk berjalan di system lain. Kerjaan porting ini juga bukan kerjaan mudah loh. source code yang di tulis dengen bahasa C, ketika sukses di compile di linux, belum tentu juga sukses di compile di solaris.
makanya si tukang porting perlu ngutak-ngatik source code juga biar bisa di compile.
kalo ngak mau report porting, ya nulis programnya jangan pake bahasa C, tapi pake JAVA.
dijamin kompatible di semua platform. hehehe
tertarik jadi tukang porting? :-p
kalo kamu tanya: apakah bisa? jawabnya: tentu bisa. ini pertanyaan general soalnya. hehehe
tapi kalo tenya lebih detil: bagaimana? dan apa saja yang bisa?
kalo ini jawabnya rada susah, karena gak semuanya bisa. feature ini rada maksa dan cocok2an
hehehe :-p
ini berlaku di semua OS loh: unix, linux, windows, mac, dll
so, saran saya jangan terlalu percaya sama feature ini deh.
mending pake native binarynya, ato recompile source codenya.
kalo mo coba2 c terserah. softwarenya bisa pake: wine (linux), lxrun (solaris).
jika perusahaan memang concern dengen stabilitas, pada males pake feature ini.
ini adalah feature dari merketing/hobbyist supaya banyak orang yang pake OSnya.
biasa..., namanya juga marketing. dan ini bukan hal yang jelek kok.
logikanya gini,
inti dari OS kan kernel, trus aplikasi yang dibuat diatasnya akan berbasiskan kernel tersebut kan?
karena aplikasi tersebut akan selalu berhubungan dengen kernel, supaya bisa mengakses hardware toh?
kernel HP-UX, AIX, SCO, SOLARIS, LINUX, WINDOWS, MAC kan beda. maka aplikasi nya bakal ngak kompatibel satu sama lainnya. jelas kan?
contoh: kamu buat program dengen bahasa C di LINUX. trus kamu compile source code kamu itu, dan selanjutnya akan menghasilkan file binary toh? file binary tersebut akan mulus berjalan di linux karena memang udah dicompile untuk berjalan disono. logis toh?
kalo file binary linux tersebut di run di OS lain dan mandek, ya jelas aja bisa mandek dong, karena kernelnya jelas beda. meskipun OS lain tersebut dibuat dengen bahasa C juga.
apanya sih yang buat beda?:
- cara mengakses harddisk
- menampilkan character di display
- system calls
- management memory
- cara mengakses CPU
- serta sejuta alasan lainnya yang membuat kernel beda. hehehe...
mungkin kalo di ibaratkan, seperti menerapkan "Free Sex" di Indonesia dan di Eropa.
yaa.. kalo di indo bakal susah penerapannya, bakalan banyak demo. hehehe...
basically adalah karena kernel orang indo beda dengan eropa.
Basicnya udah beda banget, kalo pun bisa diterapkan, namanya maksa.
maka dari itu, ada yang namanya porting aplikasi. sebuah aplikasi akan coba di recompile untuk berjalan di system lain. Kerjaan porting ini juga bukan kerjaan mudah loh. source code yang di tulis dengen bahasa C, ketika sukses di compile di linux, belum tentu juga sukses di compile di solaris.
makanya si tukang porting perlu ngutak-ngatik source code juga biar bisa di compile.
kalo ngak mau report porting, ya nulis programnya jangan pake bahasa C, tapi pake JAVA.
dijamin kompatible di semua platform. hehehe
tertarik jadi tukang porting? :-p
Langganan:
Komentar (Atom)