ikutan ngasih komentar tentang research.
mumpung lagi pada ngomongin research...
hehehe :-p
mulai dari definisi.
definisi research bisa dilihat di sini, sini, sini, dan sini
jadi, berdasarkan definisi diatas, "research" mempunyai ciri:
- mencari sesuatu yang baru
- mempunyai metoda penelitian
- terbuka terhadap peer apraisal
- mempunyai research problem, research questions, dan hypothesis
- mempunyai asumsi ilmiah
jadi kalo ngak ada ciri diatas, itu bukan research.
sehingga, kalo kamu:
- buat gambar rumah dengan autocad
- mengolah data statistik dengan software tertentu
- buat XYZ dengan REVIT
- buat server web dengan solaris+nginx+php+mysql
- dll yang seperti ini,
mereka adalah bukan research dalam academic point of view.
hal yang diatas lebih tepat jika dikatakan sebagai project.
dan program undergraduate emang lebih diarahkan untuk membuat project, yaitu menjadi mahir mengaplikasikan knowledge yang dipelajari.
tentu saja, diluar sana banyak orang yang mendefinisikan research dengan bahasa mereka masing2.
liat aja: marketing, iklan, serta orang2 lain yang mengklaim mereka melakukan research.
tetapi sebagai akademisi, kita perlu tau mana yang akademik/formal, mana yang bukan.
ITT kan pengen jadi menjadi pusat research toh? kata siapa yah? hehehe...
so comment saya, ITT itu:
- kegiatannya bukan fokus ngajar doang, tapi perlu ada research (yang akademik). sudah saatnya bangga dengan research yang banyak, bukan student yang banyak.
- dosen punya spesialisasi research. punya research interest. dulu waktu jadi student, ada dosen yang biasanya ngajar ekonomi, tau2 ngajar network management, SNMP + MIB. hasilnya, hanya cuap2 dangkal.
- jika emang mau jadi research center, ngak boleh alergi dengan bahasa inggris.
ketika jadi asisten di ITT dulu, saya pernah coba ngajar dengan bahasa inggris.
hasilnya, dikomplain student karena pada alergi semua. "susah mas, pake bahasa inggris", "ada buku yang bahasa indo ngak mas?" gila!!
gimana mau maju? english kan bahasa internasional, pengetahuan banyak ditulis dalam english. kalo mo kerja ke luar negri kudu bisa english toh? kalo enggak, ya jadi seperti TKI itulah nasibnya. (ini pengalaman pribadi menjadi expat di negri orang)
- kudu suka baca. karena research emang harus banyak baca. baca buku dan journal. kenapa journal? karena pengetahuan terbaru bukan ada di buku, tapi di journal. akan lebih baik jika ITT berlangganan journal ilmiah yang dapat diakses online oleh tiap mahasiswa.
jadi kita ngak perlu keluar duit pribadi untuk akses ke journal. kita cukup login dengan student ID + password aja. contoh:
- project boleh, tapi kalo pengen menjadi research center, ya buatlah research yang beneran, yang akademik. bukan buat project trus diklaim sebagai research.
- dosennya ngasih contoh telah melakukan research, dan dipublikasikan (misal di IEEE). biar go national & international.
sebaiknya sih tiap dosen punya homepage sendiri sebagai portfolio. isinya CV, teaching, dan tentu saja research. bukan cuman blog yang bercerita liburan sang dosen. contoh: ini, ini
- tidak semua research perlu lab. terrgantung dari researchnya.
- perlu ada publikasi tentang research. contoh:
- untuk lab, perlu ada website yang ngasih tau:
- lab tersebut buat apa. visi misi mah ngak usah ditonjolkanlah, ngak ngefek.
- activities dari jaman dulu sampe sekarang. tampilkan juga project yang udah dikerjakan disini.
- personel aktif & alumni. bisa ditambahkan aktivitas, CV, dan prestasi personel/alumni ini
- achievement/prestasi dari Lab/personal
- ada homepage untuk personel. gunanya untuk teaching, atau informasi lainnya.
- supaya tidak dikatakan cuma jago kandang, dosen/student/lab perlu ikutan event nasional/internasional. mis: buat jurnal intl, ikutan lomba intl, dll. bukan cuman jadi peserta seminar yang duduk manis...
- perlu dibuat adanya proteksi untuk hasil research.
gunanya supaya tidak diklaim oleh orang lain dan berguna untuk devisa negara. caranya dengan mendaftarkan paten atau memberlakukan restriksi export untuk itu. contoh:
di aussie, kamu dilarang membawa fruits, plants, animals & animal's products, latest innovations masuk/keluar australia.
karena mereka sangat melindungi produk bioteknologinya. dan ujung2nya emang duit/devisa.
di indo, orang udah capek2 buat research pangan di indo, tapi bibitnya (hewan/animals) dengan mudah dibawa keluar. hasilnya diekspor lagi ke indo. gila...
contoh yang heboh adalah sapi bali. ini hewan asli indo, dan salah satu yang terbaik di dunia. baca
tapi kenapa justru luar negri yang banyak mengembangkan sapi ini? termasuk malaysia? lihat disini, dan sini
tulisan ini bukan bermaksud merendahkan siapapun. sekedar refleksi tentang apa yang dilakukan selama ini.
salam dari seberang,
Achmad Mardiansyah
PG student, UNSW
http://r41nbuw.blogspot.com
Senin, 12 Oktober 2009
Langganan:
Komentar (Atom)